Tuesday, July 15, 2014

My Ramadhan


Ramadhan.. disepakati atau tidak, satu-satunya pahala yang hubungannya langsung sama tuhan adalah puasa..

syahadat? Syahadat mungkin kita di dikte untuk masuk ke dalam agama islam.. jadi memang benar kata gubernur DKI jika agama kita agama keturunan.. dipahami atau tidak, saya juga menganggap seperti itu.. karena hakikatnya agama di dalam diri bagiku hanyalah soal keyakinan.. kepercayaan.. agama mungkin sebuah hal yang memang harus dicari.. dicari titik semangatnya.. saying sekali tuhan belum memberikan saya hidayah tentang apa itu asyiknya beribadah.. bagi saya ibadah itu hanya sekedar membahagiakan orang lain dan tidak menyakiti orang lain.. interaksi social yang massif merupakan proses beribahdah.. jika kita berbuat baik terhadap sesama.. mereka tidak akan pernah menanyakan apa agamamu.. dan disitulah saya berfikir bahwa ibadah bukan hanya untuk golongan semata.. ibadah adalah untuk seluruh umat manusia.. dengan asumsi setiap golongan memiliki cara masing-masing.. jika tuhan menciptakan kita berbeda-beda, apakah tuhan minta disembah dengan cara yang SAMA ???

sholat? Sholat juga memiliki interaksi antar manusia.. jika ada sholat yang sendirian.. ada juga sholat yang berjamaah.. jadi ketika orang di tengah jalan kemudian bertanya sudah sholat belum? Indikasinya orang tersebut ingin mengajak beribadah bersama..ataupun indikasi lain dalam beribadah.. maka sholat pahalanya langsung dari tuhan dan juga langsung kepada kelompok yang berjamaah..

puasa? Puasa tidak ada yang namanya puasa jamaah.. ,maka dari itu tidak ada yang berhak bertanya puasa atau tidak.. kecuali tuan rumah yang sedang kedatangan tamu.. dengan asumsi menyuguhi hidangan atau minuman atau tidak.. siapa yang tahu kita puasa atau tidak? Siapa yang tahu kita sholat atau tidak?

Zakat? Zakat adalah hubungan kita dengan orang lain… tentu saja merupakan sebuah interaksi antara manusia dengan manusia yang lain.. dan kebetulan juga dianggap sebuah amal sholeh atas bantuan terhadap sesama..

Haji.. saya sepakat ketika haji untuk tabungan masa depan anaknya saja.. dan terlebih diarahkan untuk membangun modal usaha.. dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang yang membutuhkan pekerjaan.. dan mungkin sepakat ketika uang haji diberikan kepada orang yang membutuhkan ibadah haji.. orang tua, guru agama sekolah yang belum haji, dan guru ngaji privat.. setelah menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak.. agar saling membantu kehidupan sesama manusia..

Semua ini akan ada kalimat balasannya.. kata-kata di dalam logika ini bisa saja dibalas dengan argument yang lebih logis.. logis dan tidaknya sebenarnya tergantung persepsi.. sebelum berbicara luas tentang agama, samakan dulu seluruh persepsi-persepsi kalian dengan lawan bicara.. debat hanya berlaku bagi kebenaran-kebenaran yang hakiki dan logika-logika yang pernah tertangkap oleh panca indera..

Monday, June 9, 2014

Naskah Sambutan SPEECH CONTEST 2014 UEC IKIP PGRI BOJONEGORO


Assalamualaikum wr wb

Good morning and excuse me

The honorable bapak ketua yayasan ikip pgri bojonegoro. Rector  IKIP PGRI bojonegoro and his staff .
And my respectful to ibu dekan, ibu Kaprodi, and all of lecturer, judge , all teacher, chairman of UEC and all staff , chairman of the committee and staff , competitors , and beloveed students.

In the previous occasion, I ve metion that purposely, i call bapak or ibu, not a sir or miss and the others.
Because even though we are using a foreign language , our guidance is still based on the sentence pronounced culture of our beloved country .

First we have to thanks for allah swt blessing, by the blessings and gifts we can meet in this good occasion.
And do not forget to keep our solawat those are extended to the great prophet Muhamad saw. so that, we 'll get a last help from him at the end of the day. 

As I said at the previous meeting, on the selection step.. I would like to express many thanks to bapak  ketua yayasan, the rector and his staff, especially bapak pembantu rektor 3 ikip pgri bojonegoro. Thanks for the permission and maximum support of this, so, united english college  can hold this speech contest followed by students. And of course our success will be our successness of our future together, with the cooperation of UEC team and hopefully there is no obstacle untill the final process .

And also I would like to thank to ibu dekan, ibu Kaprodi , all of lecturer who has provided input, suport , and encouragement to us, so that we can find a solutions related to an existing problem, and find a way that makes us have a one way in a process.

And I congratulate for the second time to the chairman of UEC and its staff, the chairman of the committee and its staff for the struggle to make this moment. In preparation section when we have some constraints, and is able to be passed, it's time for you to met some of the obstacles that must be cleared spontaneous, quickly and precisely.

And I am proud of you, at the moment of the selection step you are able to minimize the problem. Where I know what you’ve a lot of problem with, and doing some act in a quiet settlement.

Ladies and Gentlemen .

Here is a picture of that our journey is full of struggle. Therefore, let this event have a full succesnes, and the maximum cooperation of this event can be a great success to.

Ladies and Gentlemen .

I have told this in the previous speech, In the selection steps speech. the korelation of language and culture is like a twins, they are closely once like two sides of a coin, one side as the linguistic system and the other as a cultural system.

In a day life, the people who used to speak politely, then people will immediately judge that person 's good character. The person intellect and speaking on a regular basis, then the person is assessed as being educated, and knowledgeable. That's how people judge others by the way he speaks.
Ladies and gentlemen.

Many experts and researchers agree that language and culture are two things that can not be separated. Suryadi, in his paper “hubungan antara bahasa dan budaya”, which is presented in the national seminar on " etnik budaya " at the University of North Sumatra on April 25 2009. He said that language is a cultural product language user. Previously, linguistic experts also agreed between language and culture has a close study. The study, which is very famous in this regard is the “Sapir – Whorf” theory. Both experts stated , " This line of thought and culture of a society is determined or influenced by the structure of the language "
Ladies and Gentlemen.

Although at this time we are using foreign languages​​, please remains the basic of our ideology, keep stay in the corridor of our culture.

Because the Tri Sakti mention :

(in bahasa)
1.      Berdaulat di bidang politik
2.      Berdikari di bidang ekonomi
3.      Berkepribadian di bidang budaya
(culture)

Culture became the fundamental foundation of national and state movement .

That's all

And thanks for your attention , respectfully
Wassalamualaikum wr wb


:)

Wednesday, May 28, 2014

Maafkan Aku yang Egois Ini


Perasaan ini untukmu memang terlalu dalam. Sehingga kehilanganmu seakan-akan kehilangan seluruh hidupku. Aku tak bisa membayangkan apa artinya diriku tanpa dirimu, apa jadinya diriku tanpa dirimu.

Ketika bibir “iya”-ku tidak kau ikuti dengan kata “iya”, seakan-akan aku takut dirimu tidak searah dengan mauku ketika kita benar-benar kita.

Ketika diriku terlalu memaksa dirimu tanpa alasan. Ku akui aku kehabisan kata-kata untuk beralasan. Bukan karena aku tak pandai bicara. Tapi, maklumilah caraku untuk meyakinkan dirimu, karena aku laki-laki.

Ketika bibir “iya”-ku tidak kau ikuti dengan kata “iya”, seakan-akan aku takut dirimu tidak searah dengan mauku ketika kita benar-benar kita.

Aku luluh ketika aku melihat embun yang keluar dari matamu. Aku luluh ketika kerut dahi dan bibirmu berbeda. Maafkan aku yang egois ini. Karena begitulah caraku mencintaimu.

Bukan berarti ketika aku mengulangi ini perasaanku padamu akan berubah. Aku hanya ingin melihat wajahmu ketika aku berkata begitu. Aku ingin melihat kesunguhan hatimu akan mencintaiku. Aku tahu kau cintai diriku karena terpaksa. Aku tau kau tak bisa melepasku karena terpaksa.

Terpaksa karena itu jalan takdir kita, karena duri dariku yang melukai dirimu akan selalu membekas. Aku memaksakan itu karena aku sungguh mencintaimu. Dan ingat ...

Ketika bibir “iya”-ku tidak kau ikuti dengan kata “iya”, seakan-akan aku takut dirimu tidak searah dengan mauku ketika kita benar-benar kita.

Aku luluh ketika aku melihat embun yang keluar dari matamu. Aku luluh ketika kerut dahi dan bibirmu berbeda. Maafkan aku yang egois ini. Karena begitulah caraku mencintaimu.

Dan...

Aku luluh ketika aku melihat embun yang keluar dari matamu. Aku luluh ketika kerut dahi dan bibirmu berbeda. Maafkan aku yang egois ini. Karena begitulah caraku mencintaimu.

Karena begitulah caraku mencintaimu.

:')

Friday, April 11, 2014

IDEALISME YANG TERGADAI


Idealisme  merupakan suatu harga diri gerakan. Ketika harga diri tersebut dipandang rendah, maka tak kan berarti yang namanya sebuah gerakan. Setiap langkah kita akan dianggap suatu kepentingan. Kenyataannya memang sulit sekali menjaga idealisme gerakan.

Organisasi sulit berdiri tanpa uang, bukan berarti organisasi tak kan bisa hidup tanpa uang. Seharusnya kita bisa memilih sumber keuangan organisasi. Sumber keuangan organisasi yang mengandung kepentingan yang berlebih akan menggores nama kita. Namun sumber keuangan yang demi kepentingan bersama akan lebih membuat gerakan kita semakin terpercaya.

Menjaga idealisme di dalam gerakan sebenarnya sangat mudah untuk dijalani jika kita memiliki landasan ideologi yang kuat. Yaitu atas nama rakyat. Ketika ideologi tersebut menancap kuat, maka kita tak akan pernah ragu dengan setiap langkah-langkah kita. Karena setiap langkah kita akan mengandung unsur yang sangat ideologis.

Idealisme sering sekali tergadai ketika di dalam individu organisasi memiliki kepentingan yang menyimpang, kepentingan yang tidak sesuai dengan koridor kesepakatan di dalam organisasi. Organisasi sangatlah bergantung kepada orang yang mengisi di dalamnya. Maka tonggak organisasi adalah kekuatan mendasar ideologi masing-masing personal. Ancaman tergadainya idealisme dipicu dari keserakahan individu. Keserakahan individu yang menjadi contoh kali ini adalah keserakahan akan proses. Keserakahan atas jabatan, bahkan keserakahan yang memicu adanya bibit koruptor, yaitu keserakahan di bidang financial.
Idealisme harus di pegang teguh oleh setiap organisasi, karena harga diri organisasi menyangkut seluruh nama anggota di dalamnya. Ketika ada salah satu anggota yang memang terkesan tidak perduli dengan sesama anggota organisasi. Maka harus ada salah satu tindakan yang tegas. Disini bukan berarti kita harus memberhentikan dari keanggotaan, namun segala bentuk upaya harus dilakukan demi eksistensi dan harga diri organisasi.

Tindakan tegas yang patut dilakukan ketika idealisme individu di dalam organisasi itu dipertanyakan adalah; loby personal, shock terapi, pendekatan persuasif, pragmatisme gerakan, manajemen konflik.


~Ariel Sharon~

Loby personal merupakan sebuah cara yang paling ideal untuk dilakukan karena loby personal adalah sebuah cara yang mengedepankan keterbukaan di dalam organisasi. Loby personal adalah sebuah cara yang sedikit efektif jika si individu tersebut memiliki kesadaran dan rasa memiliki organisasi yang kuat, dan mengedepankan kepentingan organisasi. Jika memang egoisme individu belum terlalu parah, maka loby personal dirasa cukup untuk memberikan solusi.

Shock terapi di dalam organisasi ini sangatlah memiliki banyak contoh. Mulai dari ancaman individu akan sebuah kebijakan bersama, atau terkesan memberikan hukuman bersama secara moral maupun immoral. Atau hanyalah sebatas gertakan yang nanti dapat mengakibatkan efek jera kepada si pemilik egoisme tinggi.

Pendekatan persuasif ini dirasa cara yang paling efektik untuk menemukan sebuah solusi, dan memberikan kemudahan dalam menemukan permasalahan dibalik lunturnya idealisme, dan menjadi sebuah bekal untuk menemukan solusi bersama. Sehingga pendekatan persuasif ini dapat menggali sebuah topik-topik tertutup yang dimiliki oleh si individu yang luntur ideologinya dan idealismenya.

Pragmatisme gerakan ini merupakan suatu cara yang paling praktis (pragmatis). Ketika ada seorang individu yang memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan kaidah organisasi dan menyimpang dari koridor organisasi, maka pragmatisme gerakan ini dapat dilakukan. Walaupun terkesan kejam, inilah suatu langkah revolusi sejati yang harus dilakukan oleh seorang revolusioner.

Manajemen konflik adalah cara yang paling istimewa. Jika si pelaku atau pengguna manajemen koflik ini berhasil menggunakannya dengan rapi. Manajemen konflik ini dapat diartikan sebagai politisasi di dalam organisasi. Semua gerakan masif yang dirancang, untuk mencapai cita-cita yang sebenarnya pragmatis yang sebenarnya menjadi tujuan bersama, atau tujuan terselubung di balik itu semua (manajemen konflik).

Didalam sebuah gerakan kita dituntut untuk memiliki sikap yang tegas. Bahkan, ketika tuntutan waktu yang sangat mendesak kita dalam memberikan sebuah keputusan haruslah sikap yang terbaik, sehingga kita tidak meberikan bekas penyesalan, dan merupakan sebuah keputusan terbaik yang tidak merugikan sebelah pihak.

Dan juga di dalam sebuah sikap gerakan, kita harus memiliki pertimbangan yang matang. Pertimbangan itu harus dilakukan dan di persiapkan dengan keadaan kepala dingin. Ketika kondisi maksimal tanpa ada sebuah pengaruh apapun, disitulah waktu yang tepat untuk menentukan sikap. Pertimbangan dan masukan dari individu lain adalah sebuah pertimbangan bagi kita, jangan setiap pengaruh individu lain dijadikan sebuah prinsip. Sesekali boleh menggunakan prinsip yang diberikan oleh individu lain jika memang itu sesuai dengan kondisi masing-masing.

“KEBERUNTUNGAN BERPIHAK KEPADA INDIVIDU YANG MEMILIKI PERSIAPAN SEMPURNA”

MERDEKA !!!

Monday, March 10, 2014


 TIGA KUTUB IDEOLOGI 

Kapitalisme- Komonisme- Marhaenisme



Perkembangan jaman yang terus- menerus membawah sebuah konsekuensi logis dengan semakin tipisnya batas-batas wilayah (baca negara )Hal ini disebabkan adanya kemajuan teknologi informasi .perhubungan industri,dan lain sebagainya.dalam proses selanjutnya .semua ini telah menjadikan modal(kapital)memegang peranan penting dalam perluasan ekonomisebuah negara.semakin bebasnya aliran modal(kapital)keluar masuk pada wilayah batas-batas negara menjadikan kekuatan modal sebagai pemegang kekuasaan yang memiliki kapital akan menang.

Penguasa modal dengan mengekspoitasi sumber daya-baik SDA maupun SDM merupakan ciri dari faham kapitalisme.kapitalisme tidak hanya terjadi di dalam sebuah negara yang menganut faham ini.(negara yang memiliki kapital),tapi pada prosesnya telah merambat pada wilayah-wilayah negara lain .penguasa kapital negara/daerah lain merupakan bentuk IMPERIALISME.

pada dasarnya ,ada dua model imperialisme yang dilakukan terhadap negara lain yaitu:

      IMPERIALISME KUNO yang dilakukan dengan kekuatan militer dengan menyerang negara lain untuk dikuasai.

IMPEREALISME MODERN (neo imperialisme-imperialisme baru),menguasai kapital-kapital suatu negara yang dilakukan dengan cara mengusai sendi-sendi/sistem perekonomian (atau sektor yang lain) terhadap suatu negara.

Penguasa terhadap negara-negara secara kapital ini tidak hanya pada satu wilayah negara saja tetapi terhadap negara-negara lainnya,dan hal inilah yang disebut KOLONIALISME.

KOMONISME merupakan sebuah faham yang dikenalkan oleh karl marx dan Frenderick Eangeis,sebagai sebuah antitesis dari kapitalisme yaitu komunal (kumpulan)negara didunia yang tidak memiliki batas wilayah atas dasar persamaan-sama rata sama rasa.

Ajaran ini lebih dikenal dengan MARXISME.marxisme memberikan sebuah tahapan sebelum mencapai tingkat komunisme/komunal (negara bangsa) yaitu melalui tahapan SOSIALISME.Marrxisme menitik beratnya pada perjuangan buruh melawan kaum majikan/pemilik pabrik/borjuasi.Marx menyatakan bahwa lepasnya kaum buruh dari nasibnya adalah perlawanan zonder damai terhadap kaum borjuasi.perlawanan yang terjadi karena peraturan yang kapitalistik (perjuangan dengan pertentangan kelas).

Kehidupan diIndonesia yang memiliki budaya masyarakat yang berbeda dengan Eropa.jika dio Eropa , sistem ekonominya ditumpang oleh kekuata industri yang menempatkan buruh sebagai kelas yang langsung bersentuhan dengan majikan sebagai pemilik industri ,maka strategi perjuangan marxisme menempatkan kaum buruh pada wilayah terdepan untuk melawan kaum kapitalis. Indonesia yang perekonomianya lebih banyak di tompang oleh pertanian dimana petani memiliki lahan yang diolah serta alat-alat produksi lainnya (cangkul,bajak dll) ternyata kehidupan tetap miskin.kemiskinan ini disebabkan oleh sistem(tengkulak,sistem injon,dll)yang tidak memihak pada kaum petani dan cenderung menindas,sehingga ujung tombak perjuangan kaum tertindas(sebuttan soekarno bagi kaum tertindas iniadalah marhaen) ini adalah petani.

Konsep perjuangan ini disebut oleh soekarno adalah MARHAENISME.Marhaenisme memiliki tiga dasar,yaitu Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi dan ketuhanan yang Maha Esa.cita-cita dari Marhaenisme adalah untuk menciptakan masyarakat yang sosialis,jadi marhanisme adalah bentuk lain SOSIALISME INDONESIA Marhaenisme bukanlah FASISME ,Marhaenisme bukanlah Komonisme!!!

Penafsiran sejarah:
1.      Kelompok agama   
      sejarah sebagi penyelenggara kehendak illahi.Perkembangan manusia hanya salah satu bagian dari rencna tuhan untuk alam semesta.
2.      Bersifat politik
      para raja,kaisar,serdadu,membuat undang-undang sebagai kekuatan yang penting yang menetukan sejarah.
3.      Peranan pahlawan
      Sejarah ditentukan oleh sepak terjang dan prestasi para pahlawan.hal ini hampir serupa dengan politik.Sebab secara konvensional,pahlawan diidentikan dengan raja,Kaisar,serdadu dll.
4.      Ide-ide
      Ide sebagai sebab utama timbulnya sejarah (hegel)kondisi material manusia (sosial ekonomi.politik dll.) sesungguhnya brasal dari dan disebabkan oleh ide-ide besar yang menggugah semaget.Dalam pengertian sejarah berrevolusi menujukan berwujudnya ide pokok ,misalnya kebebasan dan demokrasi.
5.      Ekonomi Produksi
      Barang dan jasa-jasa yang menopang kehidupan manusia serta pertukaran barang dan jasa itu merupakan dasar dari segala proses sejarah (karl Marx).menurut Marx,Bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaan sosial,tetapi keberadaan sosialnya yang menentukan kesadaran manusia.

Idiologi di dunia

KAPITALISME 
Sebuah sistem kehidupan masyarakat dan bernegara yang didasarkan pada kepemilikan modal dan alat-alat produksi.

SOSIALISME
Sistem Kehidupan masyarakat yang menempatkan manusia sebagai mahluk sosial yang sama rasa dan sama rasa.

KOMUNISME
Merupakan sistem kehidupan masyarakat yang mana kemakmuran harus dimiliki oleh sekumpulan masyarakat itu sendiri secara utuh.

FASISME
Pengorganisasian pemerintah dan masyarakat secara totaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang sangat nasional.raialis,militeristis,dan imperialis.itali negara pertama yang menganut Fasisme (1922) Kemudian Jerman (1933).

MARHAENISME
Ajaran yang membela kepentingan kaum Marhaen.

KAPITALISME menyebabkan timbulnya IMPERIALISME sehingga menciptakan KOLONIALISME. Disisi lain, kapitalisme menyebabkan LIBERALISME yang berjuang adanya persaingan antar individu dan berkembang menjadi INDIVIDUALISME.


KARL MARX
-   Dalam bukuya Economical & Philosofical Manuscript (1948),yang intinya adalah realitas sosial pada sistim kapitalisme menciptakan proses Aliensi (pengasingan) manusia  dari manusia yang lain .Dalam perkembangan selanjutnya ,pemikiran ini memicu memicunya kembali SOSIALISME
-   Dalam Manifesto Comunist (1846) yang ditulis karl Marx bersama Frendrick Engels untuk menciptakan perubahan sosial yang disebabkan sistim kapitalisme ,maka perlu adanya perjuangan kelas,revolusi dan kediktatoran proletariat.pemikiran ini menimbulkan dan mempertegas faham KOMUNIS.


Secara umum ,Dalam prakteknya perbedaan Sosialisme dan Kaomunisme adalah sbb:
Komunisme :
1.      Mengutamakan pertentangan kelas dalam mewujudkan kemakmuran.
2.      Pengalian perusahaan dan kapital-kapital asing kepada negara harus dilakukan secara serentak dan utuh.  
Sosialisme :
1.      Mengutamakan mayoritas dalam parlemen dalam menciptakan perubahan sosial.
2.   Pengalian perusahaan-perusahaan kapital pada negara dilakukan secara bertahap.                                                                    

Marhaenisme,merupakan Idiologi dari Soekarno yang juga anti Kapitalis ada angapan yang muncul bahwa Marhaenisme merupakan Sosialisme ala Indonesia. sosialisme yang cinta negaranya..


MERDEKA !!!!

.
                                                           



                






Monday, December 23, 2013

Surat Ratna Sari Dewi Soekarno Kepada Presiden Soeharto

Tuan Presiden Suharto

Bersama ini saya ingin mengingatkan Tuan terhadap segala sesuatu yang nampaknya oleh Tuan akan dilupakan. Hal hal yang akan dikemukakan ini saya anggap sebagai kewajiban bagi saya untuk menjelaskannya secara benar karena saya justru mengikuti peristiwa-peristiwa di Indonesia itu dari dekat.

Barangkali sementara orang akan berpendapat akan lebih baik kalau saya diam seribu bahasa seperti Sphinks (arca batu di Mesir) daiam hal ini. Akan tetapi karena saya tanggung jawab maka saya harus melakukan hal ini biar membawa resiko betapapun besrnya terhadap diri saya. Inipun karena makin lama di seluruh dunia maupun di Indonesia sendiri banyak tersebar cerita-cerita palsu yang disebarkan tentang peristiwa-peristiwa di Indonesia itu sehingga membeberkan keadaan yang sebenarnya itu merupakan kewajiban saya.

Karena itulah saya kirimkan surat terbuka ini kepada Tuan dalam kedudukan saya sebagai warga negara Indonesia. Selain itu surat terbuka yang saya kirimkan kepada tuan ini termasuk segala isinya adalah sepenuhnya tanggung jawab saya dan tidak ada sangkut pautnya dengan Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang terdahulu.

Sebenarnya agaknya sudah terlambat untuk mempersoalkan kembali tentang para Perwira yang telah dinyatakan sebagai “kontra revolusi” atau pemberontak pemberontak terhadap Negara dimana mereka telah sama dihukum mati.

Selama ini saya selalu berpendirian tidak sependapat dengan adanya dalil bahwa ” yang berkuasa itu selalu benar” (power can do no wrong). Sikap inipun sama sewaktu Presiden Soekarno berkuasa Saya berpendapat bahwa seorang Kepala Negara itu mesti dikerumuni oleh orang orang yang mendukungnya. Begitu juga halnya dengan Tuan bahwa di sekeliling Tuan itu banyak orang-orang berkerumun yang pada umumnya tidak berani membuka mulutnya berpura-pura taat dan tunduk bahkan ada yang menjilat yang pada hakekatnya mereka bertujuan untuk mendapatkan kesempatan berkuasa lebih banyak Karena itulah apa yang sebenarnya terjadi di sekitar Tuan sulit akan terungkap.

Pertama-tama dalam surat terbuka saya ini saya ingin mengemukakan apa yang disebut “proses” dimana banyak orang telah dibunuh karena dituduh melakukan kejahatan terhadap Negara. “proses” ini yang sebenamya terjadi di luar norma-norma Hukum dan Keadilan lebih tepat untuk disebut “teror dan kekerasan”

Dan mereka orang-orang yang tidak puas dan tidak mau bicara sewaktu kekuasaan Soekarno maka setelah situasi berubah lalu bersikap tidak bertanggung jawab dan turut serta melakukan pembunuhan dan teror. Dalam hal ini Tuan telah membiarkahnya. Andai kata nanti pada suatu ketika kedudukan Tuan diganti oleh orang lain sudah tentu akan terjadi hal yang sama dimana pembantu-pembantu Tuan yang penting sipil maupun militer termasuk mungkin Tuan sendiri akan mendapat perlakuan yang sama di mana mereka dituduh dan dituntut dengan hukuman mati dengan berbagai dalih misal “karena melakukan korupsi”

Dalam hubungan ini saya ingin bertanya kepada Tuan : “Mengapa Tuan membiarkan dan memberi kesempatan semua itu berlalu yang dapat menjadi contoh (preseden) jelek bagi suatu Negara yang masih muda dan rakyatnya sedang berkembang yaitu Indonesia ?”

Bukan maksud saya untuk mencela kebijaksanaan politik yang Tuan lakukan. Akan tetapi perhatian tertumpah kepada mereka yang dibunuh dan diteror dengan memakai dalih “pembersihan terhadap golongan merah” sejak peristiwa G 30 S itu terjadi. Padahal kebanyakan dari mereka itu hanyalah pengikut-pengikut Soekarno yang tidak tahu menahu tentang peristiwa G 30 S.

Bahkan saya memperoleh berita bahwa tidak kurang dari 800.000 Rakyat Indonesia yang telah terbunuh diantaranya trdapat kaum wanita dan anak-anak karena hanya sebagai simpatisan PKI.

Harian”London Times” membuat berita pada Januari 1966 sebagai berikut “Bahkan sejak pecahnya peristiwa G 30 S itu dalam 3 bulan telah ratusan ribu kaum komunis yang dibunuh jumlah mana menurut para diplomat barat angka tersebut masih terlalu rendah.

Sementara itu menurut sementara pengusaha-pengusaha dan turis-turis dari Eropa yang pulang dari Indonesia mengatakan bahwa pembunuhan dan teror itu begitu hebatnya sehingga mereka melihat sementara di sungai-sungai penuh dengan hanyutnya mayat- mayat tanpa kepala dan sementara anak-anak di desa-desa katanya bermain sepak bola dengan kepala-kepala manusia yang terbunuh. Pokoknya dalam tempo 3 bulan sesudah peristiwa G 30 S itu situasi di Indonesia dicekam dengan ketakutan dan ketegangan dimana banyak darah mengalir yang belum pernah terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia.

Seorang wartawan dari “Washington Post” memberitakan dari Jakarta bahwa di Jawa Timur saja telah terbunuh 250.000 orang, demikian menurut sumber dari golongan Islam. Lebih lanjut “Washington Post” memberitakan bahwa puncak pembunuhan dan teror itu pada bulan November 1965. Kepala-kepala manusia telah dijadikan hiasan (decorasi) pada suatu jembatan. Di tempat lain orang melihat bahwa mayat-mayat tanpa kepala dihanyutkan di sungai-sungai di atas rakit dalam deretan yang panjang. Sungai bengawan Solo yang indah permai ketika itu penuh dengan mayat-mayat sehingga di sementara tempat kadang-kadang airnya tidak terlihat tertutup oleh mayat-mayat itu. Sungai-sungai itu airnya menjadi merah karena darah Rakyat.Pokoknya ketika itu Indonesia seperti neraka demikian tulis Washington Post.

Sementara itu harian Inggris “Economist” memperkirakan bahwa korban yang jatuh karena pembunuhan dan teror itu mencapai 1.000.000 orang.

Saya ingin bertanya kepada Tuan: mengapa pertumpahan darah itu sampai terjadi atas mereka yang belum tentu berdosa? Dan mengapa masyarakat dunia diam seribu bahasa ? Padahal dipihak lain kalau seorang manusia terbunuh di sepanjang tembok Berlin saja, maka seluruh dunia Barat

ramai dan geger. Tapi mengapa dunia Barat itu diam dimana 800.000 Bangsa Asia (Indonesia) telah dibunuh dan diteror dengan darah dingin, bahkanan dalam situasi Dunia sedang damai??

Saya tahu pasti bahwa diantara yang terbunuh itu ada orang komunis. Tapi apa artinya kemerdekaan dan hak azasi manusia kalau Tuan membenarkan pembunuhan besar-besaran itu sekedar karena mereka melakukan gerakan di bawah tan ah yang tidak diketahui oleh Pemerintah Tuan ?

Sebenamya Tuan akan lebih bijaksana kalau Tuan mengambil langkah-langkah pencegahan terjadinya pembunuhan besar-besaran itu sebelunm PK.I dinyatakan dilarang oleh undang-undang.

Akan tetapi Tuan ternyata tidak berbuat demikian dan hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap hal-hal azasi manusia dan Tuan tidak mendapatkan respek. Lepas dari ideologi apa yang sudah terjadi itu merupakan “kejahatan nasional”

Tuan Suharto.

Meskipun Tuan akan menolak dengan berbagai dalih untuk bertindak dan mencegah terhadap “kejahtan nasional” yang telah berlangsung itu – dimana telah ratusan ribu orang tak berdaya telah dibantai- bagaimanapun saya juga bersikap tidak membenarkan bahkan mengutuk peristiwa itu. Bukankah telah menjadi kenyataan bahwa pemerintah Orde Baru yang Tuan pimpin memakai slogan demi “penumpasan terhadap PKI”? Ataukah Tuan amat kuatir kalau kekuasaan Soekarno bangkit kembali beserta pendukung- pendukungnya karena Tuan tahu pasti bahwa lebih dari 50 % Rakyat Indonesia itu masih setia pada Soekano? Hal ini pasti Tuan tidak lupa bukan ? Ataukah barangkali Tuan berpendapat bahwa peristiwa G 30 S itu sudah lampau dan harus dilupakan? Bagi saya hal itu bukan soal. Akan tetapi yang menjadi masalah: masih terlalu banyak hal-hal dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab dan bahkan sengaja disembunyikan walaupun begitu saya masih merasa beruntung dan bangga bahwa saya dalam peristiwa 1965 itu tahu dari dekat dan mendapat pelajaran yang bermanfaat. Bahwa fakta-fakta yang benar dalam sejarah itu kadang-kadang memang diputar balikkan oleh karena mereka yang berkuasa dengan maksud untuk kepentingan atau keuntungan tujuan politknya. Begitu juga dengan berita-berita dalam pers (koran-koran) telah dibuat demikian rupa oleh penguasa sebagai suatu Propaganda untuk kepentingan politik pemerintah.

Sebagai misal yang paling mudah kita ambil contoh peristiwa G 30 S. Peristiwa ini sebenamya trjadi pada tanggal l Oktober 1965 dinihari yang didukung oleh dewan revolusi dengan dipimpin oleh salah seorang perwira penanggung jawab pengawal istana Presiden Soekarno yaitu Letnan Kolonel Untung. Pengumuman dewan revolusi itu berbunyi sebagai berikut:

“Sekelompok (grup) Jenderal merencanakan untuk mengambil oper kekuasaan (coup) dari Pemerintah Presiden Soekarno dan beliau akan dibunuh. Mereka membentuk dewan Jenderal dengan tujuan untuk membentuk kekuasaan Militer. Rencana coup tersebut akan dilakukan pada HUT ABRI tanggal 5 Oktober 1965 yang akan datang. Untuk mencegah itu maka dewan revolusi mendahului mengambil langkah dengan menangkap 6 Jenderal diantaranya Jenderal A Yani,

Dalam hal ini Tuan temyata telah meyakinkan orang banyak (menfitnah) dengan melancarkan berita bahwa G 30 S itu dilakukan oleh PKI. Hal ini jelas tidak benar. Bukankah yang melakukan gerakan ini adalah orang-orang militer? Dan saya meragukan kalau mereka yang melakukan gerakan itu orang komunis.

Saya ingin bertanya kepada Tuan lalu siapakali yang berbuat menyebarkan isyu sehingga timbul situasi dimana masa dibakar dan digerakkan. dengan menuduh G 30 S itu didalangi oleh PKI ?

Menteri Pertahanan sendiri yaitu Jenderal Nasution sebagai salah seorang anggauta Dewan Jenderal yang menunrt rencana seharusnya juga ditangkap oleh gerakan G 30 S telah berkata pada upacara penguburan 6 Jenderal yang terbunuh itu pada HUT ABRI tanggai 5 Oktber 1965 sebagai berikut:

“Sampai hari ini pun HUT ABRI kita masih tetap penuh khitmat dan kebanggaan meskipun ditandai oleh peristiwa yang merupakan noda bagi kita ABRI. Yaitu bahwa telah terjadi suatu fitnah dan pengkhianatan serta kekejaman atas perwira-perwira tinggi kita. Walaupun bagitu saudara saudara kita yang menjadi korban itu adalah tetap merupakan pahlawan-pahlawan di hati kita Bangsa Indonesia. Yang pada akhirnya nanti kebenaran pasti akan menang meskipun kita telah diftnah oleh pengkhianat-pengkhinat int. Hal mana pada waktunya nanti kita akan memperhitungkannya.”

Dalam pidato Jenderal Nasution itu sama sekali tidak nampak ada kesan bahwa terbunuhnya 6 Jenderal itu telah didukung apalagi dilakukan oleh PKI. Bahkan sebaliknya dari kalimat-kalimat yg diucapkan oleh Jenderal Nasution itu jelas, bahwa peristiwa G 30S itu adalah akibat pertentangan yg ada di kalangan ABRI sendiri.

Tuan Suharto – dapatkah saya bertanya kepada Tuan, siapakan yang dimaksud dengan kata-kata Nasution “fitnah dan pengkhianat pengkhianat” itu dan apakah yang dimaksud dengan kalimat “kita akan memperhitungkan mereka”.

Sebenarnya yang penting diperhitungkan dalam peristiwa itu adaiah: siapa dan apa tujuan dari 50 orang “yang bersegam seperti pengawal Presiden Soekarno” itu. Dan ketika mereka menyerbu rumah dan kediaman Jenderal Nasution dengan senjata lengkap diketahui jelas oleh beliau bahwa mereka itu (penyerbu) adalah mereka yang dikenal sebagai orang-orang yang anti komunis. Justru karena mereka tidak kenal Jenderal itulah maka mereka menyangka Letnan Tendean sebagai Komandan Jaga dikira Jenderal Nasution dan terus menembaknya.

Dari fakta ini jelas menurut penilaian saya bahwa andaikata para penyerbu itu benar-benar pengawal Presidcn Soekarno pasti mereka akan tahu dan kenal betul pada Jenderal Nasution. Jadi tidak masuk akal pula kalau para penyerbu itu adalah orang-orang komunis yang mendapat tugas khusus tidak akan kenal pada Jenderal Nasution sehingga terjadi kegagalan itu.

Apakah Tuan tahu – bahwa banyak orang di Indonesia ini telah membicarakan bahwa timbul tanda tanya yang besar yang penuh prasangka kepada Tuan.

Yalah: mengapa Tuan sebagai komandan tertinggi pada Kostrad justru malah tidak diserbu untuk dibnnuh dengan dalih katanya”karena mereka (penyerbu) tidak tahu alamat Tuan”? Dan yang menarik perhatian lagi – justru Tuanlah yang pada tanggal l Oktober 1965 pada dinihari sudah memainkan peranan dan ambil oper pimpinan ABRI dengan memberikan perintah-perintah sehingga dengan mudah sekali Tuan telah bisa menguasai dan menumpas Dewan Revolusi dalam waktu yang singkat.

Setelah Presiden Soekarno kehilangan Jenderal A. Yani maka beliau terus mengangkat Tuan sebagai Menteri Hankam, sekaligus sebagai Pangab ABRI. Ini terjadi pada tanggai 14 Oktober 1965 dimana Presiden Soekarno pada pengangkatan Tuan itu telah berpesan sebagai berikut:

“Adalah mendesak sekali agar keamanan dan ketertibann harus segera dipulihkan agar terciptanya keadaan, dimana emosi dari golongan kiri maupun golongan kanan dapat ditenangkan dan dikendalikan, sehingga peristiwa G 30 S itu dapat diselesaikan sambil kita mempelajari segala sesuatunya yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Kejadian itu tidak akan menenangkan saya

sebelum segala sesuatunya jelas siapa yg bertanggung jawab entah dari pihak manapun, entah merah, hijau ataupun kuning”

Dengan demikian menjadi jelas bahwa Tuan memikul tugas yang diberikan olch Presiden Soekarno untuk menghimpun segala data sekitar peristiwa G 30 S itu dan seharusnya Tuan segera memulai dengan penyelidikan dan pengusutan yang harus dilaporkan pada Presiden Soekarno. Akan tetapi Tuan ternyata tidak mentaati perintah-perintah itu bahkan Tuan telah memberikan tafsiran sendiri dan berkata:: “Sekarang saya sudah memperoleh kepercayaan dari Presiden Soekarno. Dan saya akan terus menumpas sisa-sisa kekuatan dari peristiwa tersebut ” Pernyataan Tuan jelas mempunyai arti tersendiri.

Sebenarnya Presiden Soekarno mengharapkan dan mempercayakan pada Tuan agar Tuan tetap setia dan loyal untuk melaksanakan perintah-perintahnya. Dengan tujuan selanjutnya akan diambil tindakan-tindakan hukum oleh Presiden Soekarno terhadap siapa yang bersalah tanpa pandang bulu – apakah PKI atau pihak Militer. Akan tetapi Tuan ternyata tidak memberikan laporan apa- apa pada Presiden Soekarno. Bahkan Tuan telah menggerakkan ABRI tanpa persetujuan Presiden bersama-sama dengan beberapa Jenderal antara lain Sarwo Edhie. Dan sejak inilah dimulai pengejaran dan pembunuhan terhadap mereka yang belum tentu bersalah yaitu kaum komunis. Yang kemudian telah terkenal luas di seluruh negeri bahwa TNI di bawah pimpinan Tuan telah melakukan penganiayaan, pembakaran, perarnpokan dan pembunuhan terhadap orang PKI. TNI telah melakukan teror yang berselubung di bawah pimpinan Tuan Rakyat yang hidup tenang dihasut/dibangkitkan untuk membenci dan mengamuk dengan dalih karena adanya kejadian terbunuhnya para Jenderal tersebut. Rakyat telah dihasut untuk anti PKI yang dikaitkan dengan negeri Cina yang dituduh memberikan dukungan terhadap G 30 S tersebut. Dan rakyat telah dibikin rupa sehingga tidak percaya bahwa “Dewan Revolusi” itu ada.

Selanjutnya Presiden Soekarno dipaksakan untuk menyatakan PKI dilarang dan di luar hukum karena dianggap partai itu terlibat pada G 30 S. Selama setahun lamanya mahasiswa-mahasiswa dan kelompok-kelompok yang tidak puas diorganisasi untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi terhadap Soekarno dengan tuntutan-tuntutan termaksud. Akan tetapi Presiden Soekarno menolak untuk membubarkan PKI sebab tidak ada data-data dan bukti-bukti yang menyakinkan yang sudah dilaporkan pada Presiden.

Yang menarik perhatain ialah, bahwa “pemimpin-pemimpin” demonstrasi tersebut yang katanya adalah “mahasiswa-mahasiswa” kenyataannya umumya kebanyakan lebih dari 30 tahun dan bahkan pengikut-pengikutnya demonstrasi iru memakai pakaian seragam para troops (tentara payung) yang masih baru-baru. Sehingga perlu dipertanyakan apakah benar mereka itu mahasiswa-mahasiswa betul ? Dan dari mana dana (keuangan) yang didapat untuk mengorganisasi demonstrasi-demnstrasi itu? Dan mengapa ternyata sekarang, bahwa mereka yang menjadi pemimpin-pemirnpin” demonstrasi itu kini menempati kedudukan-kedudukan penting dalam Pemerintahan Tuan ?

Semua kekacauan dan tidak tenang yang nampaknya dibikin (artificial) telah berlangsung se-lama satu tahun. Sementara itu telah dilancarkan Propaganda secara luas bahwa segala kesulitan dan keburukan diberbagai bidang itu ditimpakan pada PKI? Dan hal ini sampai hari inipun masih berlangsung walaupun peristiwa G 30 S itu telah 4 tahun berlalu.

Akan tetapi tentang hal ini sebenarnya dapat dimengerti sebab dalam politik yang berkuasa itu harus membuat Rakyat yang tidak tahu apa-apa itu sedemikian rupa sehingga rakyat merasa tidak tenteram dan aman dengan menimpakan kesalahan dan ancaman itu pada PKI. yang kemudian

diarahkan bahwa penguasa (pemerintah) itu adalah satu-satunya pelindung rakyat yang sebenarnya.

Kalau demikian halnya maka jelas bahwa Tuan telah mengabaikan perintah dan peringatan Presiden Soekarno pada sidang kabinet tanggal 2 Januari 1966 di Bogor yang meminta kepada Tuan agar situasi yang tidak menentu itu harus segera diakhiri dan dipulihkan sehingga rasa kesatuan dan persatuan bangsa lIndonesia dapat tercipta kembali. Bukan saling membunuh diantara sebangsa dan setanah air. Apabila pembunuhan besar-besaran itu berlangsung terus menerus maka perjuangan kita selama ini akan sia-sia, karena dalam hai ini Tuan ternyata telah menempuh jalan sendiri.

Saya tidak akan mengatakan bahwa G 30 S itu baik. Tapi saya tidak akan menyalahkan siapa-pun dan belum memberikan penilaian terhadap peristiwa itu.

Andaikata sebagai orang komunis atau simpatisan. maka yang pertama-tama menjadi pertanyaan dan yang tidak masuk akal apa perlunya dan apa keuntungannya PKI itu melibatkan diri dalam G 30 S itu. Padahal PKI itu merupakan partai yang besar? Selain itu kalau memang benar PKI itu adalah pengacau? Mengapa TNI tidak mengetahui atau mencegah bahkan yang membakar Markas CG PKI itu dibiarkan untuk selanjutnya diselidiki kalau-kalau bisa diperoleh data yang penting? Dan kalau benar PK1 itu terlibat apakah tidak lebih baik kalau para pemimpinnya yang bertanggung jawab diadili di depan umum untuk diketahui oleh seluruh Rakyat Indonesia? Dan mengapa Tentara yang menangkap DN Aidit itu justru telah membunuhnya dengan diam-diam baru kemudian melapor pada Presiden Soekarno. Dan apa pula sebabnya ketua I dan wakil ketua II PKI. yaitu Sdr. Nyoto dan Lukman juga diperlakukan yang sama dengan cara dibunuh dengan diam-diam dan tanpa proses hukum?

Kata orang bahwa NU itu mempunyai anggota sebanyak 6 juta. Tapi mengapa orang-orang di kalangan partai tersebut terlaiu takut kepada PKI. yang jumlah angggotanya lebih kecil hanya 3 juta orang ? Memang terlalu banyak soal-soal dan pertanyaan- pertanyaan yang tidak bisa terjawab bahkan sengaja ditutup disembunyikan.

Komunisme yang begitu Tuan takutkan itu sebenarnya akan tidak berdaya. apabila kesengsaraan dapat ditiadakan. Hakekat ideologi PKI di bawah pimpinan DN Aidit sebenarnya berdasarkan Pancasila (Soekarnoisme). Dan PKI telah memainkan peranan yang penting dalam kebangkitan dan kebangunan Bangsa Indonesia serta berjuang untuk sosialisme Indonesia.

Juga Nasution pimpinan MPRS. telah menyalahkan PKI karena telah melakukan aksi-aksi di bidang ekonomi. Dia juga menyalahkan PKI bahwa sebab terjadinya inflasi dewasa ini karena adanya hutang pada luar negeri sebanyak $ 2.5 milyard dan diantaranya berupa pembelian sen-jata-senjata seharga $ l milyard pada Uni Sovyet. Yang aneh dalam hal ini justru hutang-hutang pada Uni Sovyet ini bukankah Jenderal Nasution sendiri yang menandatangani kontrak-kontraknya ? Bahkan dia sendiri sudah 2 kali berkunjung ke Moskow. Apakah dengan begitu ucapan Jenderal Nasution itu dapat dipertanggung jawabkan ?

Tuan Suharto.

Saya ingin mengajukan banyak data-data yang Tuan sendiri berharap akan menjadikan data-dala itu sebagai bukti terlibatnya PKI. Tapi mengapa Tuan tidak membuka penyelidikan untuk menghimpun sesungguhnya ? Sudah tentu bukan data-data yang bersifat sepihak. Saya kira seluruh Negri dan rakyat Indonesia berhak untuk tahu dan mengerti yang sebenarnya. Sekali biar seluruh rakyat tahu juga bagaimana pendapat Tuan tentang peristiwa tersebut. Hal ini penting sekali karena telah diisukan bahwa bukan hanya PKI yang terlibat tapi juga Presiden Soekarno yang ikut dituduh merestui ” dewan revolusi.”

Selain itu juga dikatakan bahwa beberapa ribu orang PKI sebelum peristiwa G 30 S itu telah dipersiapkan dengan mengadakan latihan militer di daerah lapangan udara Halim. Dimana Presiden Soekarno pada tengah malam ketika peristiwa itu terjadi juga diamankan disitu. Dengan adanya berita-berita itu orang pada bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi adnya suatu latihan militer yang diikuti oleh ribuan orang dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi ? Dan apa perlunya Presiden Soekarno itu mencari perlindungan di tempat yang tidak menguntungkan baginya?

Kenyataan berita-berita lain yang saya peroleh dari lapangan udara Halim adalah bahwa : peristiwa G 30 S itu adaiah cetusan dari suatu konflik dalam angkatan Darat. Oleh karena itu mereka menggunakan dalih”pribadi Soekarno itu dibawa kesana karena saya sebagai istri merasa khawatir akan keselamatan suami saya. Sampai di Halim saya malah jadi bingung karena ketika saya tanyakan pada sementara orang tenyata tak seorang pun yang tahu apa yang telah terjadi. Bahkan ketika itu kita tidak tahu bahwa Jenderal A.Yani telah terbunuh. Pokoknya ketika itu kita tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan. Hampir semuanya dalam kebingungan dan tidak tahu apa yang akan diperbuat. Tidak seorang pun tahu apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi berikutnya.

Dalam mengenang peristiwa G 30 S itu kembali saya kira persoalannya akan lain andaikata Jenderal A.Yani masih hidup. Presiden Soekarno sendiri sangat sedih bagaimana sampai terjadi dia jadi korban dan bagaimana tempat tinggalnya sampai diketahui.

Selain hal diatas dengan ini saya ingin mengajukan pertanyaan yang penting kepada Tuan yang kiranya Tuan perlu perhatikan.Yalah tentang adanya ” dewan jenderal” yang Tuan telah tentang keras tidak mengetahuinya. Orang hanya tahu bahwa Jenderal A. Yani dan jenderal-jenderal lain yang terbunuh itu yang hanya mengetahui tentang persoalan “dewan jenderal1′ tersebut.

Akan tetapi 2 minggu sebelum peristiwa tersebut Presiden Soekarno bertanya kepada Jenderal A. Yani: bagaimna sebenamya duduk persoalan dewan jenderal tersebut. Yang dijawab oleh Jenderal A. Yani dengan tegas: Bapak Presiden serahkan kepada saya saja segala hal yang bersangkutan dengan anak buah saya tersebut” (maksudnya D.D.)

Dari dialog tersebut bagi saya timbul pertanyaan yang besar: bagaimana bisa terjadi Jenderal A. Yani itu ikut terbunuh? (jelas karena justru ada kontradiksi dalam ABRI sendiri=penyalin).

Jadi andai kata Tuan benar-benar obyektif maka pasti Tuan akan yakin bahwa Soekarno itu benar-benar tidak terlibat dan tidak tahu apa-apa tentang G 30 S tersebut.

Tuan Suharto.

Dengan mengetahui tentang hal-hal di atas maka lalu timbul pertanyaan saya: apakah kiranya jawaban Tuan ada seluruh rakyat Indonesia yang menduga bahwa dengan adanya tindakan cepat dari Tuan untuk membentuk kekuasaan “orde baru” dalam situasi yang kacau balau itu bukankah justru sebenarnya Tuanlah yang mempunyai semua rencana dan melaksanakan rencana “dewan jenderal”

Bukti-bukti kemudian menunjukkan bahwa dalam situasi yang kacau di Indonesia itu, Tuan telah membangun tentara yang berorientasi ke kanan, bergandengan tangan dengan sementara mahasiswa-mahasiswa (yang tidak puas) yang kemudian didorong dan bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan partai islam serta politisi yang kanan untuk menghancurkan PKI. Yang selanjutnya terjadilah pembunuhan dan pertumpahan darah yang terencana. Bagaimana hal ini sampai terjadi bahwa sikap ABRI malah lebih dekat dengan Pentagon (markas Besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat) dimana hampir semua kegiatan militer didunia dikendalikan dari sana? Apakah dalam situasi demikian itu orang bisa mengharapkan lain kecuali PKI itu menjadi hancur beranakan karenanya dan hubungan dengan RRC dengan sendirinya putus.

Presiden Soekarno telah berulang kali mengatakan bahwa tidak benar untuk hanya menyalahkan PKI. Beliau berkata: “Kita jangan melemparkan semua kesalahan itu kepada PKI saja. Tapi persoalannya terletak pada hal-hal lain.”

Saya sangat menghargai akan sikap Bung Karno yang begitu tegas itu meskipun beliau harus mengorbankan nasibnya sendiri. Beliau telah menolak untuk tunduk pada tekanan pihak ABRI untuk menyatakan PKI itu dilarang dan di luar hukum. Ideenya meskipun telah mengalami tekanan yang berat dari pihak ABRI. Andaikata Bung Karno itu tidak bersikap teguh sedemikian rupa, barangkali situasi dan posisi beliau tidak akan seburuk seperti sekarang, apalagi kalau beliau melakukan langkah-langkah kompromis. Tapi beliau tidak demikian dan tetap berpegang teguh pada kebenaran dan keadilan.

Adam Malik, Menteri Luar Negri Republik Indonesia pada tahun 1966 telah berbicara di depan mahasiswa-mahasiswa di Tokyo dengan penuh kebohongan dan kebodohan. la menerangkan bahwa Soekarnolah yang bertanggung jawab atas terjadinya pembunuhan massal terhadap kaum komunis di Indonesia itu. Andaikata Soekarno tepat pada waktunya menentukan sikapnya terhadap PKI maka pembunuhan massal itu dapat dihindari.

Dengan pidatonya Adam Malik itu maka orang-orang yang tidak tahu tentang apa sebenarnya yang telah terjadi di Indonesia itu akan menanggapinya dengan benar. Sementara itu Bung Karno masih terus secara terbuka berbicara dan menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya tentang PKI itu. Hal ini pun telah ditafsirkan oleh sementara mereka itu, bahwa Presiden Soekarno telah merestui tindakan-tindakan lebih lanjut dari PKI yang ternyata kemudian berakibat terjadinya pembunuhan yang lebih kejam.

Seperti kata pepatah Latin”Cui Bono” yang artinya: yang penting bukan siapa yang benar akan tetapi siapa yang memperoleh keuntungan. Bukankah kemudian ternyata terbukti, bahwa Amerika Serikatlah yang memperoleh keuntungan dengan peristiwa G 30 S itu. Kini terbukti bahwa Jakarta telah dibanjiri oleh Investor-Investor asing (penanam modal) yaitu Amerika Serikat. Tentang inipun tidak menjadi soal andaikan dengan kegiatan-kegiatan ekonomi itu Indonesia dan rakyatnya yang pertama-tama memperoleh keuntungan. Bung Karno sejak semula sebenarnya selalu menolak untuk dibuatkan patung untuk dirinya. Baru setelah 22 tahun kemudian beliau mengabdi kepada Revolusi Indonesia dengan enggan beliau baru menerima untuk dituliskan autobiografinya (riwayat hidupnya).

Akan tetapi bagi Tuan Suharto sendiri segera setelah tidak lama memegang kekuasaan telah dibuatkan buku riwayat hidup Tuan dengan memakai judul “The Smiling General” (Jenderal yang suka senyum). Selain itu Tuan telah mengabadikan potret Tuan pada uang kertas Republik Indonesia yang sudah tentu agar Tuan cepat dikenal. Semua itu tentunya dengan advis (pertimbangan) para pembantu yang mengelilingi Tuan.

Tetapi sebaliknya – Tuan sama sekali telah meniadakan foto-foto Bung Karno pada kedutaan-kedutaan di Luar Negeri yang mempunyai kebiasaan memancangkan foto tokoh-tokoh dari bangsa di Dunia. Dalam hal ini tidak satu gambar Presiden Soekarno nampak

Tuan Suharto.

Tuan yang pernah mengkritik tentang kediktatoran Presiden Soekarno dan bahkan Tuan telah berjanji akan memulihkan demokrasi di Indonesia, ternyata sekarang Tuan telah berbuat melebih apa yang diperbuat oleh bung Kanio. Langkah pertama yang seharusnya Tuan lakukan untuk men demokratisir keadaan/ situasi antara lain tentang pemilihan Presiden. Temyata tentang halin inipun oleh Tuan selalu ditunda-tunda. Selain itu Tuan telah melarang untuk mencantumkan nama Bung Karno dalam buku-buku sejarah Indonesia yang harus diterbitkan. Sementara itu Tuan telah menahan Bung Karno dengan dalih untuk melindungi keselamatannya yang hakekatnya Tuan telah mengisolir beliau dari dunia luar. Tindakan Tuan yang tidak benar dan tidak adil inilah yang menyebabkan Bung Karno itu menjadi sakit. Beliau tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Dokter-dokter yang disediakan hanya proforma saja. Malah dokter gigi yang sangat diperlukan oleh beliau Tuan tidak berikannya. Bahkan pernah ada orang yang mengingatkannya agar Bung Karno itu jangan selalu diberi obat-obat injeksi sebab ada kemungkinan obat-obat in justru membahayakan kesehatannya.

Disamping itu saya juga berharap mudah-mudahan makanan yang dibuat dan dikirm oleh Putra/Putri Bung Soekarno itu benar-benar akan sampai ke tangan beliau selama beliau dalam isolas dalam tahanan benar-benar dalam keadaan sangat berat dalam hidupnya. Bahkan hak-hak ke manusiannya yang paling azasipun beliau tidak memperolehnya. Satu-satunya kesempatan yang diberikan kepada beliau selama beliau untuk meninggalkan isolasinya ialah ketika menghadir-perkawinan salah satu putrinya. Untuk itu mobil Bung Karno dikawal dengan ketat dengan kendaraan panser dan tidak boleh didekati oleh siapapun. Ketika beliau berdiri dan mendekati putrinya yang sedang menjadi temanten guna memberikan ciuman selamat dari seorang ayah pada anaknya inipun teiah dicegah oleh Polisi Militer yang mengawalnya dan beliau didorong secara kasar sehingga terjatuh duduk di atas sofa. Selain itu wajah beliau ditutupi dan dihalang-halangi agar tidak dapat diambil fotonya.

Andaikata saya yang mendapat perlakuan demikian mungkin pasti jiwa saya akan terpukul keras. Akan tetapi karena Bung Soekarno itu mempunyai jiwa yang besar dan mentalnya kuat perlakuan demikian itu dianggapnya sebagai pengorbanan yang harus dideritanya. Saya benar-benar sangat khawatir bahwa mungkin perlakuan alat-alat kekuasaan Tuan kepada Bung Karno itu kalau sedang sendirian lebih kasar karena di depan umurn pun alat-alat kekuasaan Tuan itu sampai berani berbuat demikian terhadap beliau. Tuan dapat saja menghancurkan jasmani Bung Karno tetapi Tuan tak akan pernah berhasil menghancurkan semangat dan jiwanya dalam membela keadilan dan kebenaran Jiwa dan semangat Bung Karno itu tak akan pernah mati!

Bung Karno telah berjasa membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda yang 350 tahun lamanya. Setelalh 13 tahun di penjara dan dibuang pemerintah Belanda dan memimpin perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan Indonesia selama tahun 1945 sampai tahun 1949. Bung Karno itu pasti tahu apa yang harus diperbuat untuk mengisi kemerdekaan negerinya.

Tanpa kepemimpinan Bung Soekarno Tuan pasti tidak akan punya kedudukan sebagai Presiden seperti sekarang ini. Bung Soekarno itu telah meletakkan Undang-undang dasar yang demokratis untuk Indonesia dan telah mendirikan “Lingua Franca”.

Dibidang seni dan budaya beliau adalah promotor. Beliaulah orangnya yang telah meletakkan dasar untuk pembangunan Bangsa Indonesia. Apakah dengan jasa-jasanya itu tidakkah pantas beliau mendapatkan imbalan?!.

Andaikan Bung Soekarno tahu bahwa akan terjadi suatu pengkhianatan yang berakibat pembunuhan antar sesama Bangsa seperti peristiwa G 30 S itu pasti beliau tidak akan menyetujuinya

Dan sayapun tidak akan tinggal diam apabila sampai suami saya terlibat dalam tindakan kekerasan itu. Didepan mata saya Bung Karno itu sangat terpuji dengan sifat-sifatnya yang luhur! Saya sangat yakin bahwa kalau ada seseorang yang berbuat dengan cara sadar dan sistematis membunuh sesama manusia maka perbuatan itu adalah yang paling keji dan tak beradab. Saya kenal pepatah Jepang yang berbunyi “mencekek seseorang dengan kain sutra: Sehubungan dengan inilah Tuan Suharto. Tuan telah memperkenankan Bung Karno itu diperlakukan sedemikian rupa tersiksa baik lahir maupun batinnya.

Selama ini saya belum pernah mengeluarkan suara atau pernyataan apa-apa karena saya sadar bahwa Tuan sedang menghadapi persoalan-persoalan yang cukup gawat. Tapi kali ini saya harus berbicara secara terbuka kepada Tuan karena: pertama-pertama untuk menjaga keselarnatan dan nama baik Presiden Soekarno.

Ketika Presiden Soekarno menyerahkan wewenangnya kepada Tuan sebagai pejabat Presiden pada tanggal 7 Märet 1967 telah diberikan 3 syarat oleh beliau kepada Tuan. Salah satu diantaranya yalah: bahwa Tuan harus menjaga keselamatan keluarga Presiden Soekarno. Ternyata Tuan tidak memperhatikan permintaan beliau itu.

Sewaktu Tuan diwawancarai oleh wartawan Jepang tentang banyaknya korupsi di Indonesia dewasa ini. Tuan telah memberikan keterangan sebagai berikut: “Tentang masalah korupsi itu saya kira selamanya akan ada. Dan soal korupsi ini sebenarnya adalah sisa-sisa dari pemerintah Soekarno dulu. Sementara ini akan tetap demikian karena memang sedemikian sejak semula”

Kalau ucapan Tuan itu benar maka ucapan Tuan itu seakan-akan ucapan seorang yang üdak bertanggung jawab. Sikap Tuan itu adalah licik dan tidak jantan karena Tuan ternyata berlindung dibelakang nama Soekarno tentang apa yang sekarang terjadi. Ketika Tuan berbicara demikian didepan wartawan itu maka habislah segala rasa hormat saya pada Tuan sampai yang terakhirpun!

Memang selama masih disebut manusia biasanya siapa yang menang akan selalu menganggap dirinya benar dan sebaliknya mereka yang kalah pasti segala sesuatunya akan ditimpakan kepadanya

Apabila Tuan memang bersedia dan benar-benar mau menyelidiki serta memberantas korupsi sebagai seorang warga negara Indonesia saya sepenuhnya bersedia untuk menjadi saksi dan hadir pada setiap sidang-sidang pengadilan yang dilakukan secara terbuka. Sudah tentu pelaksanaanya harus sesuai dengan norma-norma dan hukum yang berlaku dan tidak ditutup-tutup serta tidak boleh (…?? Sambungan kalimat tidak jelas, oleh penyebar, Enje)

Bung Karno adalah Pahlawan Revolusi Indonesia. Dengan kerendahan hati ingin saya katakan bahwa beliau memang belum tentu bisa menjadi pemimpin diwaktu damai. Akan tetapi saya kira andaikata Bung Karno itu sewaktu menjadi mahasiswa sempat belajar di luar negeri beliau pasti akan lebih banyak mengenal masalah-masalah ekonomi yang akan melengkapi kepemimpinanya. Saya katakan demikian karena mungkin “Nasionalisasi” perusahaan – perusahaan asing di Indonesia yang telah dilakukanya itu sebagai suatu kekhilafan.

Selain itu Bung Karno itu sebenarnya tak pernah mengalami dan berada dalam kehidupan keluarga yang stabil. (Sebagai seorang pejuang pasti tidak mungkin ! penyalin). Andaikata beliau lebih lama mengenal kehidupan rumah-tangga yang harmonis seperti halnya kebanyakan orang mungkin beliau ini akan menjadi Presiden yang lebih baik dalam suatu pemerintahan yang terpimpin dan sosiaiis dinegeri ini. Sayangnya tidak memungkinkan sehingga beliau itu lebih cenderung pada sifat-sifat seorang kaisar. Dan beliau jadi korban dari kekuasaan yang dikuasainya sendirian secara-penuh.

Saya dapat mengatakan demikian kepada Tuan karena saya memang menganggap dan menghomati Soekarno itu sebagai orang besar. Akan tetapi kiranya Tuan tahu, bahwa saya tidak selalu menyetujui setiap pendapatnya.

Sebagai misal terhadap Pancasila yang beliau gali dan ciptakan itu, menunrt pendapat saya adalah sepenuhnya terlalu idealistis. Meskipun idealisme itu perlu akan tetapi dalam abad ke 21 ini tidak sepenuhnya idealisme itu dapat dilaksanakan dalam praktek.

Indonesia sebenarnya belum matang untuk dibawa pada sistem demokrasi ala barat. Oleh karena itulah maka Bung Karno memberikan konsep pemikiran: “Demokrasi Terpirnpin”. Lebih-lebih karena Rakyat Indonesia kebanyakan masih banyak yang buta humf dan taraf pendidikan maupun kemampuan ekonominya tidak sama. Dalam hal ini saya sependapat dengan Bung Karno.

Akan tetapi dipihak lain beliau itu telah meletakan dasar politik yang terlalu tinggi dan terlalu ideal. Karena itu dapatlah dimengerti kalau beliau mendapat kritik yang begitu keras terutama dengan cita-citanya untuk mengadakan perbaikan atas nasib seluruh rakyat Indonesia secara rnasal dan serentak. Beliau sebetulnya harus lebih realistis dengan ide-idenya itu. Pada saat-saat beliau mempunyai posisi yang cukup kuat sebagai penguasa tertinggi mestinya bliau akan mendapatkan dukungan dari pembantu-pembantunya atas ide-idenya tersebut. Akan tetapi kebanyakan dari Rakyat Indonesia itu hanya mengharapkan perubahan-perubahn dalam kebutuhan hidup sehari-harinya. Rakyat hanya menginginkan pemenuhan material yang nyata dan mereka sudah mulai jenuh dengan idealisme yang sering dipidatokan. Bung Karno itu mengemukakan bahwa dunia ini dikuasai oleh 2 blok kekuasaan adi kuasa. Dan ide beliau ingin membentuk kekuatan ke 3 sebagai imbangan. Dalam perjuangan mewujudkan cita-cita ini Indonesia dapat mempengaruhi dan menggerakkan dunia ke 3 seperti negara- negar di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Ini berarti bahwa Indonesia sekaligus harus bisa berdikari disegala bidang. Demikian yang dicita-citakan oleh Bung Karno.

Kalau kemerdekan penuh dapat diberikan kepada semua negeri dan bangsa-bangsa yang terjajah. Akan sikap politik Indonesia yang mengisolasi diri itu menyebabkan Indonesia menarik diri dari keanggotaan P.B.B, dari Bank Dunia tidak ikut dalam Olympiade di Tokyo. Hal ini terjadi dalam rangka ketegangan dan perjuangan pembebasan Irian Barat dan konfrontasi dengan Malaysia.

Bung Karno berpendapat bahwa P.B.B telah bersikap tidak adil terhadap anggota-anggotanya. Indonesia yang belum pernah mendapat pinjaman dari Bank Dunia (Yang dikuasai oleh Amerika Serikat) telah menolak bantuan itu, kalau memakai syarat-syarat politik. Sebelum olympiade Tokyo dimulai Indonesia telah dituduh mempolitisir olah-raga seluruh bangsa-bangsa Asia-Afrika di Jakarta (Ganefo). Karena Indonesia lalu ditolak untuk ikut dalam Olympiade Tokyo itu. Dalam hal ini Bung Karno menolak tuduhan tersebut kerena ternyata pertandingan-pertandingan Olympiade selama inipun juga tidak mengikut sertakan semua negeri khususnya negara-negara komunis.

Tuan Suharto.

Apabila Tuan juga mencoba memikirkan tentang hari depan Indonesia pada hari-hari yang gawat itu tuan pun akan pasti mempunyai pendapat-pendapat lain mengenai ide-ide Bung Karno itu, yang mempunyai akibat tantangan angin taufan. Saya sendiripun ikut prihatin dengan hati yang berdebar-debar memperhatikan bahwa diplomasi Indonesia itu makin hari makin bergeser kekiri.

Memang tak ada orang yang sempurna! Begitu juga dengan diri Bung Karno menurut saya apa yang dikerjakan oleh beliau itu sama sekali tidak terselip untuk keuntungan diri sendiri tetapi sepenuhnya segala sesuatunya itu diabdikan pada Indonesia dan rakyatnya satu-satunya yang dicintainya dan hendak diabdinya. Dalam perjalanan hidupnya Bung Karno itu selalu berusaha untuk mencegah dan menghindari ada pertentangan dalam negeri yang bisa berakibat adanya korban-korban.

Dibanding dengan sikap Tuan dan pembantu-pembantu Tuan ternyata jauh berbeda dimana Tuan atau pembantu-pembantu Tuan telah memerintah Indonesia dengan perampokan dan pertum-pahan darah. Tuan dan pembantu-pembantu Tuan kelak akan dituntut dengan tuduhan telah melaksanakan pembunuhan yang disengaja terhadap ratusan ribu orang PKI yang tidak bersalah, dengan dalih “penumpasan PKI sampai ke akar-akarnya”

Siapa dapat percaya bahwa Tuan percaya kepada Tuhan ? Dalam hal ini Indonesia seharusnya tidak memerlukan Presiden dimana tangannya penuh berlumuran darah.

Tuan Suharto.

Bung Karno itu saya tahu benar-benar sangat mencintai Indonesia dengan Rakyatnya. Sebagai bukti bahwa meskipun ada lawannya yang berkali-kali hendak menteror beliau beliau pun masih mau memberikan pengampunan kalau yang bersangkutan itu mau mengakui kesalahannya. Dibanding dengan Bung Karno maka dibalik senyuman Tuan itu, Tuan mempunyai hati yang kejam. Tuan telah membiarkan ratusan ribu orang orang PKI dibantai. Kalau saya boleh bertanya : apakah Tuan tidak mampu dan tidak berkuasa untuk mencegah dan melindungi mereka agar tidak terjadi pertumpahan darah?

Mungkin Tuan kelupaan bahwa ketika peristiwa tahun 1965 itu berlangsung Bung Karno tidak juga Tuan suruh bunuh pula. Tuan pasti mudah amat untuk mempersalahkan dan menuduh PKI itu bersalah sehingga terjadinya tragedi tersebut. Kalau Tuan mau berbuat demikian maka pasti rakyat banyak yang menjadi pengagum dan menganut Bung Karno itu akan tetap hidup tenang. Tidak seperti sekarang dimana mereka tidak dapat berbuat apa-apa sementara mereka tidak tahu bagai-mana nasib pemimpinnya.

Semestinya Tuan tidak perlu memperlakukan Bung Karno itu sedemikian rupa, yang rnungkin karena perasaan kerdil Tuan. Sebenarnya Tuan akan lebih terhormat apabila Bung Karno itu sebagai Pemimpin Besar Revolusi dapat meninggal secara wajar bukan karena tersiksa dalam tahanan. Adalah suatu kerugian besar sekali bagi Indonesia bahwa Bung Karno itu telah mendapat perilakuan yang tidak wajar seperti itu setelah beliau mengabdi selama hidupnya untuk Negara Indonesia dan bangsanya.

Pada akhir surat terbuka ini saya akan tutup surat ini dengan mengenang kembali akan kecintaan dan kemesraan saya terhadap Bung Karno dengan seruan!!!

Paris tgl 16-4-1970

Tertanda

Ratna Sari Dewi Soekarno





.