Ideologi dunia
Banyak
sekali ideologi dunia yang sepertinya sulit untuk disebutkan satu persatu.
Seluruh kata yang berakhiran “isme” adalah sebuah ideologi. “Isme” dapat kita
terjemahkan sebagai kata “paham”. Komun-isme yang dapat kita artikan paham komunis.
Sosial+isme adalah paham sosial. Dan berbagai macam isme-isme lainnya.
Di
dunia ada dua kutub ideologi yang berseberangan. Antara ideologi
liberalisme-kapitalisme dan sosialisme-komunisme. Liberalisme adalah suatu
paham liberal, paham kebebasan, paham yang menjadikan pasar bebas itu ada.
Paham yang di gunakan PBB untuk menstabilkan ekonomi dunia. Sedangkan
kapitalisme adalah paham kapital. Paham yang dimana seorang pemilik harta/modal
terbanyak, maka dia yang berhak berkuasa dan yang paling berhak mendapat
keuntungan banyak. Sosialisme adalah paham sosial kemanusiaan. Paham yang
menempatkan rasa kemanuisiaan di tempat tertinggi. Kemanusiaan adalah harga
mati di atas ketuhanan. Jadi tidak heran jika warga negara sosialisme lebih
cenderung menjunjung tinggi nilai toleransinya daripada nilai-nilai agamanya.
Komunisme adalah paham yang biasa kita dengar sebagai sama-rasa sama-rata.
Komunisme cenderung bersifat kolektif kolegial. Kita bekerja keras dan kita
tidak bekerja keras, kita akan mendapat sebuah hasil yang sama.
Mengapa
dua kutub ideologi tersebut berseberangan? Pertama, kutub liberal-kapital
dibandingkan dengan kutub sosial-komunis adalah prinsip budayanya. Budaya yang
biasanya kita dengar di indonesia, atau sering kita sebut gotong royong itu
tidak berlaku bagi paham kapitalis maupun liberalis. Sebaliknya, paham sosialis
dan komunis sangat menjunjung tinggi gotong-royong, atau kolektif-kolegial
sebutan bagi dunia.
Kedua,
tentang sistem ekonomi. Sistem ekonomi kapitalisme sangatlah berseberangan
dengan sistem ekonomi komunisme.
Kapitalisme dapat dikatakan juga egois dalam sistem ekonomi dan dapat juga
dikatakan sebagai nilai kemandirian. Karena, kapitalisme dapat menimbun harta
dan meraup keuntungan banyak jika dia bekerja keras dan alternatif lain dia
memiliki modal yang banyak sehingga dapat membeli saham. Berbeda dengan sistem
ekonomi komunis. Sistem ekonomi komunis dapat kawan-kawan simpulkan sendiri
atas arti dari komunis itu sendiri, sama-rasa sama-rata. Sistem ekonomi yang
menjunjung tinggi gotong-royong/kolektif-kolegial. Maka dari itu seberapa
banyak modal yang ditanamkan, seberapa keras upaya untuk bekerja, hasil yang di
dapat adalah sama rata.
Sistem ekonomi dan budaya dua
kutub tersebut sangatlah jauh berseberangan. Sekarang jika kawan-kawan di
hadapkan oleh sebuah pilihan, kawan-kawan akan memilih paham yang mana?
Kapitalis? Dapat menimbun harta, memiliki konsep kemandirian, barang siapa yang
bekerja keras mendapatkan hasil yang berbeda. Dan yang menanamkan modal besar
juga mendapatkan hasil yang berbeda. Namun untuk gotong royong di segala
bidangnya dapat di katakan nol.
Atau kawan-kawan memilih paham
komunisme? Yang memiliki budaya toleransi dan kemanusiaan yang tinggi. Meskipun
kalian malas, bekerja secara tidak serius akan mendapatkan hasil yang sama.
Tidak dapat menimbun harta. Namun setiap kesulitan kawan-kawan di bidang apapun
akan di tolong. Begitulah perbedaan antara dua kutub ideologi tersebut.
Adakah kutub ketiga selain itu?
Ada. Dan saya katakan itu bukanlah kutub ketiga. Melainkan sebuah poros tengah
penyeberangan dari dua kutub ideologi tersebut. Ideologi tersebut adalah
ideologi kita sebagai bangsa indonesia. Pancasila adalah poros tengah daripada
dua kutub ideologi tersebut dan dunia menganggap pancasila adalah kutub
ideologi yang ketiga yang mampu mambawa perdamaian dunia. Azas
nasionalisme-kemanusiaan, sosial-demokrasi dan ketuhanan adalah suatu ideologi
yang paling sempurna. Dan akhirnya
banyak negara yang mengikuti azas tersebut dengan sebutan berbeda di tiap negara,
yakni bukan pancasila lagi. Di india ajaran tersebut dimulai oleh mahatma
gandhi. Di venezuela dimulai oleh hugo chavez. Dan mereka menggunakan ideologi
serupa atas dasar inspirasi dari presiden proklamator indonesia ir soekarno.
Pancasila adalah gabungan dari
paham dua kutub dunia tersebut. Mulai dari sistem ekonomi dan budaya. Sitem
ekonomi non-komunis dan non-kapitalis diterapkan oleh negara kita tercinta.
Kita tetap mandiri di dalam bidang ekonomi. Dalam artian, kita tetap harus
bekerja keras jika ingin mendapatkan sebuah hasil yang lebih. Namun, tidak
terlepas dari azas KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKAT INDONESIA yang sesuai
dengan sila kelima pancasila. Dan tidak ada perbedaan hak dan kewajiban di
antara si kaya dan si miskin. Saya ulas kembali perbedaan si kaya dan si miskin
sangat dirasakan sekali pada masyarakat yang tinggal di negara kapitalis dan
liberalis. Namun tidak di negara komunis. Jadi, indonesia memiliki sebuah
sistem yang tepat. Setiap individu berhak mandiri, menimbun harta, namun tidak
ada kesenjangan sosial di tiap-tiap individu.
Sistem budaya yang tertera di
dalam pancasila adalah sistem gotong-royong atau yang lebih dikenal mendunia
adalah kolektif-kolegial. Sistem budaya ini adalah sistem budaya yang tidak
jauh beda dari sistem budaya komunis-sosialis yang mengutamakan toleransi antar
sesama manusia yang berlandaskan ketuhanan.
Jadi patut kita bangga dengan
bangsa kita yang mampu melahirkan paham perdamaian dunia yaitu
nasionalisme-kemanusiaan, sosial demokrasi, dan ketuhanan sebagai landasan
utama. Dan terpenting lagi, bapak presiden pertama indonesia yang menjadi
pencetusnya. Sang proklamator ir soekarno yang sekaligus mengantarkan kita
menuju gerbang kemerdekaan.
MERDEKA !!!!!!!
.
..